Struktur Pembuatan Peluru Senapan Angin

Struktur Pembuatan Peluru Senapan Angin

Mimis senapan angin biasanya didesain dengan dua bentuk susunan yang dipadukan jadi satu yakni Susunan rok (skirt) dibagian belakang serta susunan kepala (head) dibagian depan . Serta ke-2 susunan ini di satukan jadi satu silinder yang lurus, serta bahkan juga dikumpulkan dengan bentuk silinder bikonkaf atau pinggang (waist) untuk pemisah bentuk yg diberi nama “diabolo” atau dua bola.
Sisi rok mimis dibikin serupa satu klep penahan hawa. Klep ini akan tercipta lebih baik waktu rok mimis mengembang pada laras, saat mimis didorong masuk ke loading laras serta waktu hawa bertekanan memaksa dinding rok membuat cetakan bentuk sisi dalam laras. Klep yang tercipta ini akan meredam hawa yang berekspansi cepat (pada senapan PCP) atau hawa yang mendesak cepat (senapan springer) hingga desakan yang dihadapi menggerakan mimis mengarah ujung laras. Rata-rata diameter rok umumnya lebih lebar dibanding diameter kepala mimis.

Senapan PCP Terbaik
Sisi kepala ialah konsentrasi massa atau berat dari satu mimis. Tidak seperti sisi rok yang berongga , sisi kepala dibuat lebih solid. Bahkan juga untuk design hidung kepala berupa hollow poin sekalinya, konsentrasi berat mimis masih tetap lebih cenderung mengarah kepala. Sebab Ini penting sebab titik berat yang ada di muka akan memberi konsistensi waktu mimis meluncur. Pinggang mimis didesain seperti sekarang ini untuk memberi kendala hawa (aerodynamic drag). Kendala ini akan memberi konsistensi saat mimis meluncur. Ini diberi nama feature konsistensi mimis yang ke-2. Gabungan feature mimis ini sendiri membuat design mimis diabolo dengan alamiah konstan. Bahkan juga pada laras yang tidak beralur (smooth bore), mimis akan terbang dengan konstan. Pinggang mimis sendiri mempunyai manfaat lainnya yakni untuk batasi kecepatan. Mimis sendiri didesain untuk melaju dibawah kecepatan nada (di permukaan laut kecepatan nada seputar 1096 fps). Masuk ruang kecepatan nada (transonik, seputar 900 fps) atau diatas kecepatan nada (ultrasonik), maka mengakibatkan masalah kestabilan. Disebutkan jika pada ruang transonik, mimis akan alami guncangan (tumbling), dimana mimis tidak berjalan lurus tetapi mimis cuma berputar. Pinggang mimis yang menyempit sebetulnya membuat saluran hawa turbulen di sekitarnya serta mengakibatkan bantalan hawa (air cushion). Untuk saluran hawa laminar di sekitarnya. Ekor dari mimis yang dibuat dari mimis ini yang akan mengakibatkan kendala aerodinamik (aerodynamic drag) ke-2 yang perlambat kecepatan mimis. Drag ini makin dihadapi jika ekor mimis makin panjang.
Deskripsi Mimis pada Uji laras senapan Angin.

Di sini tunjukkan saluran hawa pada mimis yang tidak ditembakkan. Sebenarnya mimis yang ditembakkan akan mempunyai deformitas karena kontak dengan sisi dalam laras serta condong akan alami guncangan. Hingga pada akhirnya pada ekor mimis akan ada penambahan kendala hawa.
Jika mimis diabolo disebutkan dengan alamiah konstan, kenapa kita membutuhkan laras yg beralur?
Masalahnya ialah mimis belum pernah betul-betul dibikin dengan kostum. Disebutkan mimis sendiri mempunyai ketidakstabilan yang karena disebabkan titik berat mimis tidak betul-betul ada di titik pusat panjangnya. Mimis dibikin lewat cara meluluhkan bahan kombinasi logam lantas mendinginkannya. Proses ini mengakibatkan munculnya konsentrasi bahan yang tidak rata serta bahkan juga gelembung hawa mikro pada bahan baku mimis. Belum juga persoalan aerodinamika karena cacat produksi bahkan juga deformitas waktu mimis dimasukkan serta melaju tinggalkan laras. Laras sendiri akan mengakibatkan masalah aerodinamika yang mengakibatkan munculnya drag/selip pada mimis. Mengakibatkan sesudah mimis tinggalkan laras, mimis akan berguncang tidak teratur (wobbling/tumbling). Untuk menangani ini, pemberian style perputaran pada mimis akan memberikan konsistensi dengan statik serta dinamik.

Laras beralur pertama-tama dipakai pada senjata api. Sebab bentuk proyektil yang dipakai senjata api tidak mempunyai feature konsistensi yang dengan alamiah ada pada mimis senapan angin, jadi laras beralur akan memberikan faedah paling besar pada proyektil senjata api.
Jalur (rifling) dari senapan sendiri berperan membuat putaran pada proyektil waktu melalui serta tinggalkan laras. Disebutkan jika dampak putaran pada proyektil akan memberi konsistensi statik yang selanjutnya akan tingkatkan ketepatan. Analoginya pada suatu gasing yang berputar-putar! Pada kecepatan tersendiri putaran ini akan mengakibatkan gasing bisa berdiri tegak serta gasing ini tidak jatuh saat kecepatan rotasinya cukuplah.
Jika bentuk simetris atau presisi , maka berlangsung rotasi yg konstan dengan menambahnya kecepatan. Tetapi jika tidak simetris yang dihadapi ialah ketidakstabilan waktu berbutar, Pada proyektil yang terbang tinggalkan laras kejadian ini diberi nama Preccision yang dikarenakan pergerakan Yawing (pergerakan bergetar kekanan serta ke kiri pada suatu benda). Pada proyektil, pojok pergerakan precession yang makin mengecil bersamaan dengan jarak yang ditempuh, disebutkan proyektil itu konstan dengan dinamik.

Leave a Reply