Plus Minus Pohon Trembesi

Plus Minus Pohon Trembesi

Penanaman pohon trembesi saat ini mulai ramai dikerjakan ditambah lagi sesudah ada satu pabrik rokok yang mensponsori penanaman pohon trembesi ini selama jalan pantura yang tentunya memerlukan beberapa ribu pohon . Jadi tanaman tahunan yang dapat berumur sampai beberapa puluh bahkan juga beberapa ratus tahun karena itu pohon ini diambil pemerintah untuk project penghijauan khususnya dilahan – dilahan tidak terurus .Seperti apa sebetulnya habitat serta karakter pohon trembesi ini ,apa aman untuk penghijauan selama jalan raya penting atau mungkin ada bahaya yang tersembunyi sebab karakter dahannya yang gampang patah ,hingga dapat membahayakan pamakai jalan raya ,di bawah ini ialah penjelasan dari pohon trembesi dari pembibitan dan serba serbi karakter pohon trembesi bila dipakai untuk reboisasi .


A. Budidaya Pohon Trembesi
Pembibitan Dengan Biji
Perkecambahan biji akan tumbuh secara baik seputar 36-50% tanpa ada perlakuan .Perkecambahan biji yang tidak diperlakukan akan tumbuh di tahun pertama penyimpanan biji ( Seed Storage ).
Pembibitan Biji Dengan Perlakuan
Pembibitan biji bisa dikerjakan dengan memberikan perlakuan tersendiri pada biji trembesi untuk memperoleh hasil yang lebih baik serta bertambah cepat .Mengenai perlakuan untuk memperoleh hasil yang lebih baik yakni .
– Memasukkan biji di air sepanjang 1-2 menit dengan suhu 800C(1760F) dengan volume air 5Xlebih banyak dai volume biji .
– Aduk biji setelah itu keringkan
– Rendam biji di air hangat dengan suhu 30-400C ( 86-1040F) sepanjang 24 jam .
Cara semacam ini begitu menolong perkecambahan biji 90-100%. Skarifikasi biji (pengelupasan ) akan terlihat 3-5 hari sesudah perlakuan dengan menyinnya dalam tempat teduh dengan pemberian air yang stabil untuk menolong perkembangan biji .Biji telah siap untuk ditanam sesudah perkecambahan ,waktu itu panjang kencambah 20-30 m . Bibit yang memiliki diameter >10mm bisa lebih bertahan dari air hujan . Prediksi ukuran bibit waktu penanaman yakni saat memiliki tinggi seputar 15-30 cm (6-12 inc) dengan panjang akar seputar 10 cm atau 4 inci .Diameter batang dari bibit harus sampai 5-30mm .Penanaman ini dapat di melakukan di pasir atau di tananm di polybag yang memiliki ukuran 10 x 20 cm dengan formasi 3:1:1 ( tanah :pasir:kompos). Perawatan bibit dibutuhkan untuk jaga bibit supaya bisa tumbuh besar khususnya dari serangan hama serta hempasan angina . perawatan ini dikerjakan sampai pohon trembesi jadi lebih tinggi serta siap membuat perlindungan .

Tempat dapat berada di tempat punya seperti halaman rumah ,kebun warga yan di punya perusahaan /instansi serta tempat negara ,dimana pemilikan serta pengelolaanya dibawah pengawasan pemerintah .Tempat yang diambil untuk penanaman harus ditanggung tidak beralih peruntukannya dalam periode panjang . Perkembangan pohon – pohon ditambah lagi dilahan rimba tentu memakan waktu yang lumayan panjang ( diatas 10 tahun ) agar bisa terciptanya ekosistem rimba yang baik serta berperan maksimal . Jadi anda haru pikirkan supaya penanaman pohon tidak resmi . Sesudah di dapatkan tempat yang pas langkah selanjutnya ialah pilih type bibit yang akan ditanam .type – type yang akan ditanam ialah sesuai keadaan tempat peruntukan serta peranan buat lingkungan .Jika ingin lingkungan anda teduh karena itu pilih type pohon yang daunnya teduh serta perawakannya besar seperti trembesi serta flamboyan, dan bringin . Bibit yang telah di pilih waktunya siap di tanam yang dibuat satu hari sebelum penanaman . Langkah ini dikerjakan supaya suhu udara di serta di atas permukaan tanah tempat penanaman konstan hingga bisa menolong kurangi stress pada tanaman . Tanaman yang stress akan susah menyesuaikan dengan lingkungan yang baru .Bibit yang terbakar sinar matahari mengakibatkan klorofil daun tidak bisa lakukan manfaatnya dalam proses fotosintesis serta mengakibatkan tanaman dapat mati dalam sekejap . Type trembesi sekarang ini belum di teliti apa terhitung type yang invasive ataulah bukan .Type invasive itu dapat menekan atau mematikan type tanaman lain di sekelilingnya .Didapati juga ,trembesi mempunyai sistem perakaran yang dapat bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium untuk mengikat nitrogen dari udara .Kandungan 78 % nitrogen dari udara sangat mungkin trembesi dapat hidup di tempat – tempat marjinal , tempat – tempat gawat ,seperti sisa tambang , bahkan juga dapat bertahan pada keasaman tanah yang tinggi .

 

Leave a Reply